Sahabat Alyumnaa ~ Kisah penuh hikmah dan teladan hadir dari kisah pejalanan dan dialog antara nabi idris dengan malaikat Izroil (malakul maut).
Nabi Idris as nama aslinya adalah Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyuta ialah seorang nabi yang banyak mengerjakan amal-amal yang baik diantaranya membaca dan mempelajari suhuf/ayat-ayat Allah swt sehingga berLaqob (mendapat julukan) Idris. Nabi Idris sangat
taat beribadah baik sholat maupun puasa. Pekerjaan Dzohiriahnya adalah menenun/menjahit baju baik untuk dipakai sendiri ataupun untuk orang lain, namun itu semua beliau lakukan tanpa mengharap imbalan.
Suatu hari kemudian Nabi Idris berkata : “ Hai Fulan, maukah engkau bejalan bersamaku agar kita lebih akrab??”
Kemudian Malaikat Izrail menjawab : “ Baiklah, ya Nabi Allah”.
Sehingga sampailah dia pada sebuah kebun yang subur. Lalu malaikat Izrail bertanya kepada nabi Idris as : “Apakah engkau mengizinkan aku untuk mengambil buah itu, kemudian kita makan bersama?".
Nabi Idris as, kemudian menjawab : “ Maha suci Allah, dulu engkau tidak mau makan sesuatu yang halal dariku, tetapi hari ini mengapa engkau menginginkan makanan yang haram”. Mendengar itu, malaikat Izrail terdiam, dan tidak berkata sepatah katapun.
Izrail pun menjawab: “Aku adalah malaikat Izrail”.
Idris kemali bertanya: “Apakah engaku yang selalu mencabut nyawa (roh)”???
Malaikat Izrail menjawab: “Ya, memang tugas ku hanya mencabut nyawa dari makhluk Allah yang bernyawa”.
Nabi Idris kembali berkata: “Apakah tujuan engkau datang kesini,apakah sekedar berkunjung atau untuk mencabut nyawaku.???”
Izrail menjawab: “Aku mendapat izin dari Allah untuk sekedar berkunjung”.
Idris bekata: "Lalu selama empat hari bersamaku bagaimana dengan tugasmu mencabut nyawa??''
Izrail menjawab: "Aku tetap melaksanakan tugasku mencabuti nyawa, itu mudah bagiku karena mencabut nyawa makhluk Allah bagaikan menghadapi hidangan".
Idris bekata: “Hai Izrail, aku mempunyai hajat kepadamu, maukah engkau mencabut nyawaku kemudian Allah menghidupkan aku kembali???, sehingga bertambah imanku, dan lebih banyak ibadah lagi kepada Allah,setelah aku merasakan sakitnya dicabut nyawa”.
Izrail menjawab: “sungguh aku tidak akan mencabut nyawa seseorang atau sesuatu tanpa izin Allah”.
Maka Allah memberikan izin kepada malaikat Izrail untuk mencabut nyawa nabi Idris as. Kemudian malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izrail menangis setelah melihat Nabi Idris as, meninggal, lalu ia minta kembali kepada Allah s.w.t agar nabi Idris dihidupkan kembali. Maka Allah mengabulkan permintaan malaikat Izrail, dan nabi Idris as. dihidupkan kembali.
Nabi Idris menjawab: “Sungguh rasanya seperti binatang terkupas kulitnya dalam keadaan hidup, maka rasa sakit itu melebihi dari padanya seribu kali lipat”.
Malaikat Izrail berkata: “Padahal itu aku lakukan( mencabut nyawa nabi Idris) dengan cara berhati-hati dan halus, dan itu belum pernah aku lakukan terhadap seseorang”.
Idris berkata lagi: “Hai Izrail aku punya hajat kembali kepadamu yaitu aku ingin melihat Neraka Jahannam dan berbagai macam siksaannya agar aku lebih giat lagi berbakti kepada Allah”.
Jawab malaikat Izrail: “Hai Idris bagaimana aku dapat melihat Neraka Jahannam tanpa dapat izin dari allah?”.
Lalu malaikat Izrail dan Nabi Idris bersama pergi ke Neraka Jahannam. Sehingga nabi Idris as. melihat berbagai macam alat untuk menyiksa hamba Allah yang durhaka dan ingkar kepadanya dan dapat pula melihat beberapa bentuk siksaan lainya yang sangat mengerikan hingga akhirnya mereka kembali.
Kembali Izrail menjawab: “Bagaimana mungkin aku lakukan itu tanpa dapat izin dari Allah?”. Maka Allah memberikan wahyu kepada malaikat Izrail: “Pergilah engkeu bersama Idris ke syurga aku telah mengizinkanmu”.
Kemudian mereka pergi menuju syurga, ketika sampai di depan pintu syurga kedua duanya berhenti dan Nabi Idris berkata; “Hai Izrail, aku sudah merasakan sakitnya mati dan aku telah melihat pula segala macam siksaan di neraka, untuk itu sudikah kiranya engkau memohon kepada allah agar dia mengizinkan aku masuk dan diam di syurga dan meminum airnya agar dapat menghilangkan rasa sakit mati dariku dan terhindar dari siksa Neraka Jahannam”.
Kemudian Izrail meminta izin kepada Allah atas permintaan Nabi Idris, maka allah mengizinkan kepadanya masuk kedalam syurga kemudian setelah itu keluar kembali. Maka nabi Idris masuk kedalam syurga dan meletakan sandalnya di bawah pohon di syurga. Setelah nabi Idris keluar kembali dari syurga lalu berkata kepada malaikat Izrail: “ Hai Izrail, sandal ku tertinggalan di syurga, maka kembalikan aku kedalamnya”.
Akhirnya Nabi Idrispun kembali ke dalam Syurga dan tidak keluar lagi. Maka dipanggil Nabi Idris agar cepat keluar dari Syurga. Nabi Idris menjawab: “Tiap tiap yang hidup itu akan mati dan sesungguhnya aku telah meraskan mati”.
Dan firman Allah: “Dan sungguh tidaklah ada diantara kamu kecuali dia memasukinya dan sungguh aku sudah pernah memasukinya (syurga) dan sungguh aku telah pernah memasuki Neraka”.
Dan Allah pun berfirman: “ Dan tidaklah mereka itu dikeluarkan daripadanya, maka siapakah yang mengeluarkan aku dari padanya?”.
Akhirnya Allah memberikan wahyu kepada malaikat Izrail: “ Hai Izrail tinggalkan Idris, sesungguhnya aku telah memutuskan bahwa sesungguhnya dia termasuk ahli syurga”. Demikianlah kisah perjalanan dan dialog nabi Idris dengan Malaikat Izrail yang dapat saya ceritakan, mudah-mudahan ada manfaatnya. Dan semoga Allah mengakhiri hidup kita dengan “Khusnul Khotimah”.
Dikutip dan disempurnakan dari : gadenks.blogspot.co.id
Nama Asli Nabi Idris
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Malaikat Izroilpun Kagum akan kesholihan Nabi Idris as
Oleh karena kesholihannya itu, bahkan malaikat Izroil (malaikat pencabut nyawa) pun kagum dan terpikat akan kesholihan Nabi Idris as. Sehingga malaikat Izrail meminta izin kepada Allah agar dapat bertemu dengan Nabi Idris as. Lalu Allah pun mengizinkanya (Izrail) untuk bertemu dengan Nabi Idris as. Kemudian malaikat Izrail pergi menemui Nabi dengan Idris as, dengan wujud berbentuk manusia (lelaki tampan). Sebagaimana biasanya Nabi Idris pada saat itu sedang melaksanakan ibadah puasa selama satu tahun. Maka setiap kali waktu berbuka Nabi Idris pun mengajak malaikat Izroil untuk makan bersama, namun Malaikat Izroil selalu menolak, karena memang pada hakikatnya Malaikat tidak makan dan minum.Suatu hari kemudian Nabi Idris berkata : “ Hai Fulan, maukah engkau bejalan bersamaku agar kita lebih akrab??”
Kemudian Malaikat Izrail menjawab : “ Baiklah, ya Nabi Allah”.
Sehingga sampailah dia pada sebuah kebun yang subur. Lalu malaikat Izrail bertanya kepada nabi Idris as : “Apakah engkau mengizinkan aku untuk mengambil buah itu, kemudian kita makan bersama?".
Nabi Idris as, kemudian menjawab : “ Maha suci Allah, dulu engkau tidak mau makan sesuatu yang halal dariku, tetapi hari ini mengapa engkau menginginkan makanan yang haram”. Mendengar itu, malaikat Izrail terdiam, dan tidak berkata sepatah katapun.
Malaikat Izroil Mencabut Nyawa Nabi Idris as
Lalu mereka melanjutkan perjalanan hingga empat hari lamanya. Sepanjang perjalanan Nabi Idris as, melihat keanehan-keanahan terhadap orang itu, sehingga dalam hatinya timbul pertanyaan-pertanyaan. Maka Nabi Idris bertanya kepadanya: "Siapakah sebenarnya engkau ini???Izrail pun menjawab: “Aku adalah malaikat Izrail”.
Idris kemali bertanya: “Apakah engaku yang selalu mencabut nyawa (roh)”???
Malaikat Izrail menjawab: “Ya, memang tugas ku hanya mencabut nyawa dari makhluk Allah yang bernyawa”.
Nabi Idris kembali berkata: “Apakah tujuan engkau datang kesini,apakah sekedar berkunjung atau untuk mencabut nyawaku.???”
Izrail menjawab: “Aku mendapat izin dari Allah untuk sekedar berkunjung”.
Idris bekata: "Lalu selama empat hari bersamaku bagaimana dengan tugasmu mencabut nyawa??''
Izrail menjawab: "Aku tetap melaksanakan tugasku mencabuti nyawa, itu mudah bagiku karena mencabut nyawa makhluk Allah bagaikan menghadapi hidangan".
Idris bekata: “Hai Izrail, aku mempunyai hajat kepadamu, maukah engkau mencabut nyawaku kemudian Allah menghidupkan aku kembali???, sehingga bertambah imanku, dan lebih banyak ibadah lagi kepada Allah,setelah aku merasakan sakitnya dicabut nyawa”.
Izrail menjawab: “sungguh aku tidak akan mencabut nyawa seseorang atau sesuatu tanpa izin Allah”.
Maka Allah memberikan izin kepada malaikat Izrail untuk mencabut nyawa nabi Idris as. Kemudian malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izrail menangis setelah melihat Nabi Idris as, meninggal, lalu ia minta kembali kepada Allah s.w.t agar nabi Idris dihidupkan kembali. Maka Allah mengabulkan permintaan malaikat Izrail, dan nabi Idris as. dihidupkan kembali.
Bagaimana Rasa Sakitnya Dicabut Nyawa?
Lalu malaikat Izrail bertanya: “Hai Idris bagaimana rasanya mati itu?”Nabi Idris menjawab: “Sungguh rasanya seperti binatang terkupas kulitnya dalam keadaan hidup, maka rasa sakit itu melebihi dari padanya seribu kali lipat”.
Malaikat Izrail berkata: “Padahal itu aku lakukan( mencabut nyawa nabi Idris) dengan cara berhati-hati dan halus, dan itu belum pernah aku lakukan terhadap seseorang”.
Idris berkata lagi: “Hai Izrail aku punya hajat kembali kepadamu yaitu aku ingin melihat Neraka Jahannam dan berbagai macam siksaannya agar aku lebih giat lagi berbakti kepada Allah”.
Jawab malaikat Izrail: “Hai Idris bagaimana aku dapat melihat Neraka Jahannam tanpa dapat izin dari allah?”.
Nabi Idris Melihat Neraka Jahanam Bersama Malaikat Izroil
Kemudian Allah memberikan wahyu kepada malaikat Izrail dengan firmannya: “Pergilah engkau ke Neraka Jahanam bersama Idris”.Lalu malaikat Izrail dan Nabi Idris bersama pergi ke Neraka Jahannam. Sehingga nabi Idris as. melihat berbagai macam alat untuk menyiksa hamba Allah yang durhaka dan ingkar kepadanya dan dapat pula melihat beberapa bentuk siksaan lainya yang sangat mengerikan hingga akhirnya mereka kembali.
Nabi Idris Pergi ke Syurga Bersama Malaikat Izroil
Kembali nabi Idris menyampaikan hajatnya kembali kepada maliakat Izrail: “Hai Izrail ajaklah aku berjalan-jalan melihat syurga yang diciptakan oleh Allah untuk hambanya yang beriman agar aku dapat bertambah taat kepadanya”.Kembali Izrail menjawab: “Bagaimana mungkin aku lakukan itu tanpa dapat izin dari Allah?”. Maka Allah memberikan wahyu kepada malaikat Izrail: “Pergilah engkeu bersama Idris ke syurga aku telah mengizinkanmu”.
Kemudian mereka pergi menuju syurga, ketika sampai di depan pintu syurga kedua duanya berhenti dan Nabi Idris berkata; “Hai Izrail, aku sudah merasakan sakitnya mati dan aku telah melihat pula segala macam siksaan di neraka, untuk itu sudikah kiranya engkau memohon kepada allah agar dia mengizinkan aku masuk dan diam di syurga dan meminum airnya agar dapat menghilangkan rasa sakit mati dariku dan terhindar dari siksa Neraka Jahannam”.
Nabi Idris Tinggal Di Syurga untuk Selama-lamanya atas Izin Allah swt
Kemudian Izrail meminta izin kepada Allah atas permintaan Nabi Idris, maka allah mengizinkan kepadanya masuk kedalam syurga kemudian setelah itu keluar kembali. Maka nabi Idris masuk kedalam syurga dan meletakan sandalnya di bawah pohon di syurga. Setelah nabi Idris keluar kembali dari syurga lalu berkata kepada malaikat Izrail: “ Hai Izrail, sandal ku tertinggalan di syurga, maka kembalikan aku kedalamnya”.
Akhirnya Nabi Idrispun kembali ke dalam Syurga dan tidak keluar lagi. Maka dipanggil Nabi Idris agar cepat keluar dari Syurga. Nabi Idris menjawab: “Tiap tiap yang hidup itu akan mati dan sesungguhnya aku telah meraskan mati”.
Dan firman Allah: “Dan sungguh tidaklah ada diantara kamu kecuali dia memasukinya dan sungguh aku sudah pernah memasukinya (syurga) dan sungguh aku telah pernah memasuki Neraka”.
Dan Allah pun berfirman: “ Dan tidaklah mereka itu dikeluarkan daripadanya, maka siapakah yang mengeluarkan aku dari padanya?”.
Akhirnya Allah memberikan wahyu kepada malaikat Izrail: “ Hai Izrail tinggalkan Idris, sesungguhnya aku telah memutuskan bahwa sesungguhnya dia termasuk ahli syurga”. Demikianlah kisah perjalanan dan dialog nabi Idris dengan Malaikat Izrail yang dapat saya ceritakan, mudah-mudahan ada manfaatnya. Dan semoga Allah mengakhiri hidup kita dengan “Khusnul Khotimah”.
Dikutip dan disempurnakan dari : gadenks.blogspot.co.id

0 Response to "Nabi Idris Mengelabui Malaikat Izroil"
Posting Komentar